PRACTICAL USE GEOMORPHOLOGY

Published February 12, 2015 by harmin adijaya putri

Pendahuluan

Geomorfologi adalah ilmu pengetahuan yang menguraikan bentuklahan dan proses pembentukannya dan menyelidikan hubungan antara bentuklahan dengan proses tersebut dalam tatanan keruangannya (Van Zuidam,et al., 1979).

Landscape: Satuan bentuk lahan berdasar asal usulnya: Structural origin, Denudational origin, Volcanic origin, Marine origin, Fluvial origin, Solutional origin, Glacier origin, Aeolian origin, Organic origin, antropogenik

Adapun pendekatan bentuk lahan melalui:

  1. proses genesis (eksogen dan endogen)
  2. material penyusun (batuan dan tanah)
  3. relief/ morfologi (lereng, ketinggian, konfigurasi, panjang lereng, morfometri, arah lereng
  4. struktur (patahan, rekahan, lipatan, vulkanik)

Batuan terdiri dari 3 yaitu :

  1. batuan beku: terbentuk karena pembentukan magma dan lava yang membeku, contohnya batu apung, obsidian, granit, basal, diorit, andesit, gabro, liparit
  2. batuan sedimen: terbentuk karena pengendapan/ hasil pelapukan dan pengikisan batuan yang dihanyutkan air atau terbawa oleh tiupan angin kemudian menjadi keras, contohnya: konglomerat, batu pasir, batu serpih, batu gamping, breksi, stalaktit dan stalakmit, batu lempung,
  3. batuan metamorf: terbentuk dari batuan sedimen dan batuan beku yang mengalami perubahan karena panas dan tekanan, contohnya: batu pualam/ marmer, batuan sabak, gneiss, sekis, kuarsit, milonit

Practical Use Geomorphology Meliputi 4 Aspek Utama Yaitu:

  1. Natural Resource Management (NRM) adalah Pemanfaatan potensi suatu daerah dapat dipilih sesuai dengan kondisi dan bentang lahan suatu daerah. Sebagai contoh yaitu sumber daya lahan dan air.
  2. Lahan adalah areal di permukaan bumi yang tersusun oleh semua kondisi lingkungan yang penting bagi penggunaan lahan.
  • Kemampuan lahan adalah kesanggupan lahan untuk memberikan hasil pertanian pada tingkat produksi tertentu.
  • Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu.
  1. Air: jumlah, kuantitas, kualitas, distribusi/ agihan, kontinuitas

Pengelolaan sumber daya alam sangat penting untuk tetap menjaga keberlanjutan ketersediaan sumberdaya guna pemenuhan kebutuhan manusia. Aspek utama yang mencakup pengelolaan sumber daya alam adalah aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Ketiga spek tersebut harus seimbang dengan pemenuhan kebutuhan manusia dan kelestarian sumber daya tetap terjaga.

  1. Development (pembangunan berkelanjutan/ sustainability) adalah pembangunan yang bertujuan untuk mencukupi atau memenuhi kebutuhan generasi penduduk masa kini tanpa membahayakan kemampuan generasi yang akan datang untuk mencukupi atau memenuhi kebutuhannya. Hal ini sangat penting mengingat kebutuhan manusia sangat tinggi dikarenakan peningkatan populasi penduduk.
  2. Manusia dan lingkungan

Abiotik : meliputi masalah akibat kerusakan lingkungan fisik bencana alam, seperti banjir, longsor, gempa bumi, letusan gunung api, dll.

  1. Biotik: ledakan populasi (blooming) yang dapat mengganggu lingkungan dan mahluk hidup lainnya.
  2. Culture: pergeseran budaya dan paradigma berpikir. Hal ini sangat penting dimana manusia merupakan salah satu agen perubahan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan ketersediaan sumber daya alam.
  3. Solution of problem/penyelesaian masalah adalah pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana untuk tetap menjaga kelesatariannya dan penggunaan teknologi berbasis lingkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: